Pengertian BDSM : Kupas Tuntas Apa Itu BDSM

BDSM – Bagi kalian yang sering melihat atau pernah menonton film porno, pasti kalian sering melihat kategori dalam film itu yang bernama BDSM bukan? Nah, apa itu BDSM? Kenapa ada orang yang menyukai BDSM? Nikmatkah BDSM jika dipraktekkan? Berbagai macam pertanyaan tentang BDSM sering kali muncul dalam benak kalian bukan? Pada artikel kali ini kita akan mengupas tuntas tentang apa itu BDSM, kenapa ada orang yang menyukai BDSM dan lain sebagainya.

BDSM merupakan suatu kegiatan seksual yang melibatkan suatu permainan peran atau biasa disebut dengan nama RolePlay. Nama BDSM sendiri adalah kumpulan dan istilah istilah yang disusun berdasarkan pola hubungan para pelaku BDSM itu sendiri

  • BD (Bondage and Discipline) atau bahasa indonesianya adalah Perbudakan dan Disiplin
  • DS (Domination and Submission) yaitu arti dari Dominasi dan subordinat
  • SM (sadism and Masochism) yang berarti sadisme dan masokisme

Didalam permainan BDSM sendiri para pelaku kegiatan seksual ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu :

  • Budak/Slave/Submissive

Bagian ini memainkan peran sebagai orang yang kehilangan kekuasaan atas tubuh dan pikiran mereka.

  • Tuan/Master/Dominant

Nah, pada bagian ini adalah mereka yang memegang kendali penuh atas semua kegiatan seksual yang sedang berlangsung

Pada intinya perilaku seperti ini adalah suatu hobby bagi mereka yang menginginkan variasi lain dalam melakukan suatu hubungan seksual. Bagi anda yang tidak menyukai kegiatan BDSM ini pasti anda menganggap bahwa perilaku dengan menyiksa, mencambuk atau bahkan membubuhkan lilin pada tubuh pasangan merupakan suatu kelainan seksual yang aneh. Tetapi tidak bagi mereka yang menikmati aktivtitas BDSM ini, bagi mereka yang menyukai kegiatan seksual BDSM mereka akan merasa terangsang ketika mendapatkan cambukan atau mencambuk, menyiksa atau disiksa dan lain sebagainya.

Banyak pelaku hubungan seksual dalam memenuhi kesenangan ke arah yang lebih kompleks entah itu seorang wanita dengan pria atau bisa juga pasangan sesama jenis, seperti pasangan Homo atau pasangan Lesbi bertindak sebagai submissive dan pihak lain bertindak sebagai yang berdominan.

Perilaku submissive mirip dengan perbudakan (slave) yang selalu patuh pada pasangannya. Sedangkan sifat master atau dominant adalah mendominasi pasangannya  dengan mempraktekkan perbuatan seksual yang tidak lazim bahkan perlakuan seksual sadis.

  • Bondage and Discipline

Bondage atau dikenal dengan istilah perbudakan adalah bagian dari BDSM yang melibatkan aktifitas seksual berupa pengekangan kebebasan dan pengendalian terhadap individu lain. Individu yang dikekang ini dikenal dengan istilah Budak/Slave, sedangan yang mengekang dikenal dengan nama Tuan/master.

Kegiatan BDSM dapat terjadi ketika mereka menggunakan peralatan yang dapat melakukan adanya tindakan pengekangan kepada individu lain seperti rantai, borgol, tali dan lain sebagainya. Tak jarang juga mereka mengikat atau terikat pada barang lain seperti rak meja, kursi atau pada tiang penyangga kamar.

Cara melakukan pengekangan ini seperti, si Tuan (master) mengekang Budak (slave) untuk berbicara dan melihat. Sehingga pada prakteknya digunakan peralatan mulut (Gag) seperti bandana, kain, scarf, selotip dan lain lain. Ada juga peralatan bondage yang memang dijual khusus untuk melakukan aktifitas seksual ini seperti Ball Gag, Mouth Gag, Bit Gag, Penis Gag, Harness Gag, dan lain sebagianya. Sedangkan untuk menutup mata biasanya menggunakan kain atau eyes mask yang terikat rapat.

Beda halnya dengan Bondage yang mengikat, Discipline adalah bagian dari BDSM yang memiliki cara kerja yang mengaplikasikan peraturan dan hukuman untuk mengendalikan tindakan dari Budak/Slave oleh Tuan/masternya. Ketika melakukan permainan roleplay ini, peraturan dan hukuman dilaksanakan oleh para pelaku BDSM.

Biasanya hukuman yang akan dijalankan telah disepakati bersama antar kedua belah pihak, dan umumnya peraturan dan hukuman ini dilakukan adalah untuk memberikan efek rangsangan dan stimulasi erotis bagi para pelaku BDSM itu sendiri.

Hogtie

Salah satu posisi yang terkenal dalam kegiatan BDSM adalah Hogtie. Cara melakukan posisi Hogtie ini adalah kedua tangan Budak/Slave diikat kebelakang menurun mendekati kaki, kaki itupun juga diikat dan dalam posisi naik mendekati pantat. Selain itu juga posisi tangan diikat kebelakang pada sebuah tiang atau penyangga lainnya, serta masih banyak sekali posisi posisi lain dari BDSM

Penyebab BDSM

Menurut beberapa ahli seksologi, Penyebab terjadinya BDSM dikarenakan adanya trauma seseorang pada masa kecil karena diperlakukan dengan aturan dan disiplin yang ketat. Serta adanya perilaku yang menjurus ke arah fisik oleh orang tuanya seperti tamparan, cambukan dll. Sehingaa pada masa dewasa orang ini akan menyukai perilaku BDSM dan bisa bertindak sebagai dominan ataupun Budak.

Save, Sane, Consensual (SSC)

Kegiatan seksual yang tak lazim ini membutuhkan rasa percaya diri yang sangat tinggi diantara pelakunya. Mereka harus secara sadar, aman dan konsensual dalam melakukan permainan BDSM, dan sang budak dalam kegiatan BDSM tersebut harus dalam kondisi sadar, bukan dalam keadaan terpaksa dan harus menikmati aktifitas seksual BDSM ini.

Kehilangan kontrol

Kehilangan kontrol dengan apa yang terjadi ketika melakukan BDSM sendiri akan memberika sebuah sensasi lebih, hal ini juga berlaku pada pemeran Master yang mengendalikan dan mengontrol kegiatan BDSM. Tingkatan dalam BDSM sangat bervariasi sekali dari yang hanya sekedar Bondage sampai Slave 24 hours (tanpa mengenal batas waktu) dengan ataupun tanpa kegiatan seksual.

Tips ketika anda masuk kedalam permainan BDSM

  • Berani Berkata TIDAK

Ketika anda mencoba perilaku BDSM ini dan anda merasakan adanya kekerasan yang menyakiti anda dari pasangan anda, anda harus berani berkata TIDAK dan menyudahi permainan tersebut.

  • Berani untuk Tidak Setuju

Aktifitas BDSM dimulai dengan sebuah perjanjian atau sebuah sekenario yang akan dijalani bersama, jika skenario tersebut tidak akan mampu membuat anda menikmati aktifitas tersebut, maka anda harus menolak dan tidak setuju dengan skenario tersebut

  • Evaluasi Diri

Jika anda bertindak sebagai Master, maka anda harus belajar mengevaluasi diri. Bisa saja ketika anda melakukan kekerasan terhadap pasangan anda, pasangan anda akan merasakan kesakitan yang tidak dapat ditolerir dan itu akan mengakibatkan hancurnya suasana bercinta anda.

  • Mengobrol sebelum dan sesudah melakukan aktifitas seksual

Sebelum memulai kegiatan BDSM, luangkan waktu untuk mengobrol dengan dengan pasangan anda. begitupun sebaliknya ketika selesai melakukan kegiatan BDSM ini, hal ini bertujuan untuk anda dan pasangan anda saling mengerti dan tidak melebihi batas ketika akan melakukan kegiatan BDSM kedepannya.

  • Orgasme no 2

Seks BDSM merupakan hal yang menegangkan sekaligus adalah pengalaman yang menyenangkan jika dilakukan antar pasangan yang saling mengerti dan saling melengkapi. Dalam permainan BDSM yang terpenting adalah perjalanan atau proses dalam melakukan BDSM itu sendiri dan bukan hasil yang akan dicapai ketika selesai Melakukan BDSM.

Jika anda ingin mencoba BDSM dan ingin menggunakan Peralatan BDSM anda bisa membelinya di Online Shop kami. Kunjungi www.noserba.com untuk mendapatkan Penawaran special peralatan BDSM di Indonesia